Label

Minggu, 24 Juni 2012

DIALEK SOSIAL DAN DIALEK REGIONAL

INDRI YULIANA
1005113104
SOSIOLINGUISTIK
DIALEK SOSIAL DAN DIALEK REGIONAL
Dialek (bahasa Yunani: διάλεκτος, dialektos), adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Berbeda dengan ragam bahasa yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Variasi ini berbeda satu sama lain, tetapi masih banyak menunjukkan kemiripan sehingga belum pantas disebut bahasa yang berbeda. Biasanya pemerian dialek adalah berdasarkan geografi, namun bisa berdasarkan faktor lain, misalkan faktor sosial.
Sebuah dialek dibedakan berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapan (fonologi, termasuk prosodi). Jika pembedaannya hanya berdasarkan pengucapan, maka istilah yang tepat ialah aksen dan bukan dialek.
MACAM-MACAM DIALEK
Dilihat dari bentuknya dialek dibagi tiga yaitu :
a. Dialek Regional, yaitu dialek yang ciri-cirinya dibatasi oleh tempat. Sering juga disebut Dialek Area. Dialek ini biasanya berkembang di satu daerah tertentu, artinya orang di luar wilayah itu tidak akan paham dengan Dialek yang dimaksud.
b. Dialek Sosial, yaitu Dialek yang dipakai oleh kelompok sosial tertentu. Misalnya, orang di kalangan Karton pasti memiliki dialek yang berbeda dengan orang-orang di luar kraton. Atau orang-orang yang ada di komunitas kantor pasti dialeknya berbeda dengan orang-orang yang ada di komunitas pasar.
3. Dialek temporal, yaitu Dialek yang berbeda dari waktu ke waktu. Dialek ini hanya berkembang pada kurun waktu tertentu dan bila sudah berganti masa maka dialek itu sudah tidak ada lagi. Hal ini bisa dilihat dari ejaan, cara penulisan dan pengucapannya. Misalnya Dialek Melayu Kuno, Dialek tahun 1970-an, dll.
PERBEDAAN DIALEK REGIONAL DENGAN DIALEK SOSIAL
Dialek regional mengutamakan batas batas wilayah, orang yang berada di satu wilayah akan paham dengan apa yang mereka ucapkan satu sama lain, sedangkan yang berada di wilayah lain atau diluar dari wilayah tersebut tidak akan paham dengan dengan dialek yang dimaksud. 

Perbedaan kelompok-kelompok yang bersifat regional kita ketahui berdasarkan batas-batas alam. Berbeda dengan kelompok yang bersifat social bias ditentukan oleh jenis kelamin, umur, pekerjaan. Bias juga ditentukan oleh status ekonomi yang membedakan kelompok kaya dengan kelompok miskin, atau status social seperti yang kita lihat pada masyarakat mengenal kasta, atau adanya kelompok terdidik dengn kelompok tidak terdidik. Perbedaan juga terjadi pada karena status kekuasaan yang bersumber kepada politik yang menimbulkan kelompok penguasa dan kelompok rakyat jelata.
Semua kelompok sosial  itu mempunyai potensi untuk mempunyai bahasa dengan ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan kelompok lain.jika potensi itu benar-benar menjadi kenyataan, maka bahasa itu bisa menjadi dialek sosial atau sekuranng-kurangnya variasi bahasa.
Kita juga mengetahui bahwa ada perbedaan bahasa pria dengan wanita, kanak-kanak dengan dewasa, orang pasar dengan orang pabrik dan banyak lagi. Demikian ragam bahasa yang biasa kita sebut dialek.
Perbedaannya bias kita juga dari bagan dibawah ini:
Sumarsono. 2007. Sosiolinguistik. Yogyakarta:Sabda(Pustaka Pelajar).




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar